KepalaOtak.co ~ Sains membuktikan 'otak ibu' itu nyata. Beberapa perubahan terjadi di otak ketika Anda menjadi seorang ibu.
Para ahli mencontohkan, wanita yang baru saja menjadi ibu kerap mengeluh dirinya semakin pelupa. Ini karena otak mengorbankan fungsi-fungsi tertentu untuk menopang sumber daya ibu lebih spesifik. Perubahan pada otak ini bisa berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun.
Perubahan ini bisa terjadi pada seluruh ibu hamil dan ibu pascapersalinan. Beberapa ibu memiliki sirkuit otak yang kurang responsif sehingga dapat memengaruhi kesehatan emosional mereka, sementara beberapa ibu lain mungkin menjadi sangat sensitif terhadap lonjakan hormon tertentu.
Perubahan biologis, struktural, dan saraf otak membuat ibu memprioritaskan peran barunya, yaitu memenuhi kebutuhan bayinya. Otak ibu juga memengaruhi peningkatan aktivitas amygdala, sehingga membantunya lebih responsif dan mengenali seluruh isyarat yang ditunjukkan buah hati kecilnya. Jadi, tak perlu heran ketika ibu lebih sensitif dan langsung terbangun seketika begitu mendengar bayinya menangis di tengah malam.
Transisi menjadi ibu itu kompleks. Anda bisa mengambil langkah-langkah berikut untuk menjadi ibu yang tetap sehat dan bahagia, dilansir dari Mind Body Green, Jumat (7/12).
1. Dapatkan banyak dukungan
Tidak peduli seberapa kuat dan mampu Anda, semua ibu perlu dukungan pascamelahirkan. Sebelum melahirkan, bicarakan ini pada suami, teman, dan keluarga. Anda akan terkejut begitu banyak semangat dan dukungan mengalir untuk Anda.
2. Diskusi dengan pasangan
Mengasuh bayi bisa jadi mengasyikkan, bisa juga beban bagi hubungan suami istri. Penelitian terbaru menunjukkan depresi pascamelahirkan pada ibu bisa saja terjadi pada ayah.
Diskusikan dengan pasangan bagaimana kalian tetap saling mendukung ketika hal-hal pemicu stres muncul. Studi menunjukkan stres memperparah depresi pascamelahirkan. Tetap jalin koneksi sehat bersama pasangan dengan strategi terbaik.
3. Kelola stres
Sirkuit otak ibu terdampak negatif saat stres, ditambah lagi stres selama kehamilan yang belum tentu hilang setelah bersalin. Kenali beberapa sumber stres utama Anda dan proaktif mengelola serta mengendalikannya.
4. Kontak fisik dengan bayi
Penelitian terbaru menunjukkan kontak kontak fisik atau skin to skin dengan bayi bermanfaat meningkatkan ikatan ibu anak. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan kontak fisik bisa mengendalikan suasana hati dan tingkat stres ibu.
5. Bicara dengan ibu lain
Orang-orang yang paling siap memahami besarnya perubahan yang Anda alami adalah ibu lain. Jangan segan berbicara dan berbagi cerita dengan ibu-ibu lain di luar sana, apakah itu teman, keluarga, bahkan ibu sendiri. Dapatkan bimbingan dan dukungan yang diperlukan dari mereka.
6. Tidur cukup
Tidur mungkin menjadi momen cukup mahal setelah melahirkan. Tidur sangat penting untuk fungsi otak dan tubuh ibu agar tetap sehat. Tanpa tidur, ibu berisiko tinggi depresi dan kondisi serius lainnya. Jadi, cobalah tidur kapan pun Anda bisa. Saat bayi tidur, Anda pun sebaiknya ikut tidur.
7. Sayangi diri sendiri
Ingat, Anda tak harus mengerjakan seluruh pekerjaan sendiri. Sayangi diri Anda. Jika ada cucian menggunung, tak ada salahnya meminta suami mencucikan atau mengantarnya ke laundry. Jika Anda tak sempat memasak, minta suami untuk membeli makanan jadi di warung atau restoran terdekat.
8. Fokus pada hal baik
Fokus pada hal-hal positif, seperti meluangkan waktu untuk mengenang hal-hal indah setelah Anda dikaruniai bayi mungil nan cantik.
Para ahli mencontohkan, wanita yang baru saja menjadi ibu kerap mengeluh dirinya semakin pelupa. Ini karena otak mengorbankan fungsi-fungsi tertentu untuk menopang sumber daya ibu lebih spesifik. Perubahan pada otak ini bisa berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun.
Perubahan ini bisa terjadi pada seluruh ibu hamil dan ibu pascapersalinan. Beberapa ibu memiliki sirkuit otak yang kurang responsif sehingga dapat memengaruhi kesehatan emosional mereka, sementara beberapa ibu lain mungkin menjadi sangat sensitif terhadap lonjakan hormon tertentu.
Transisi menjadi ibu itu kompleks. Anda bisa mengambil langkah-langkah berikut untuk menjadi ibu yang tetap sehat dan bahagia, dilansir dari Mind Body Green, Jumat (7/12).
1. Dapatkan banyak dukungan
Tidak peduli seberapa kuat dan mampu Anda, semua ibu perlu dukungan pascamelahirkan. Sebelum melahirkan, bicarakan ini pada suami, teman, dan keluarga. Anda akan terkejut begitu banyak semangat dan dukungan mengalir untuk Anda.
2. Diskusi dengan pasangan
Mengasuh bayi bisa jadi mengasyikkan, bisa juga beban bagi hubungan suami istri. Penelitian terbaru menunjukkan depresi pascamelahirkan pada ibu bisa saja terjadi pada ayah.
Diskusikan dengan pasangan bagaimana kalian tetap saling mendukung ketika hal-hal pemicu stres muncul. Studi menunjukkan stres memperparah depresi pascamelahirkan. Tetap jalin koneksi sehat bersama pasangan dengan strategi terbaik.
3. Kelola stres
Sirkuit otak ibu terdampak negatif saat stres, ditambah lagi stres selama kehamilan yang belum tentu hilang setelah bersalin. Kenali beberapa sumber stres utama Anda dan proaktif mengelola serta mengendalikannya.
4. Kontak fisik dengan bayi
Penelitian terbaru menunjukkan kontak kontak fisik atau skin to skin dengan bayi bermanfaat meningkatkan ikatan ibu anak. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan kontak fisik bisa mengendalikan suasana hati dan tingkat stres ibu.
5. Bicara dengan ibu lain
Orang-orang yang paling siap memahami besarnya perubahan yang Anda alami adalah ibu lain. Jangan segan berbicara dan berbagi cerita dengan ibu-ibu lain di luar sana, apakah itu teman, keluarga, bahkan ibu sendiri. Dapatkan bimbingan dan dukungan yang diperlukan dari mereka.
6. Tidur cukup
Tidur mungkin menjadi momen cukup mahal setelah melahirkan. Tidur sangat penting untuk fungsi otak dan tubuh ibu agar tetap sehat. Tanpa tidur, ibu berisiko tinggi depresi dan kondisi serius lainnya. Jadi, cobalah tidur kapan pun Anda bisa. Saat bayi tidur, Anda pun sebaiknya ikut tidur.
7. Sayangi diri sendiri
Ingat, Anda tak harus mengerjakan seluruh pekerjaan sendiri. Sayangi diri Anda. Jika ada cucian menggunung, tak ada salahnya meminta suami mencucikan atau mengantarnya ke laundry. Jika Anda tak sempat memasak, minta suami untuk membeli makanan jadi di warung atau restoran terdekat.
8. Fokus pada hal baik
Fokus pada hal-hal positif, seperti meluangkan waktu untuk mengenang hal-hal indah setelah Anda dikaruniai bayi mungil nan cantik.
Baca Juga :
- Ini Kerja Otak Manusia Saat Tidur
- 7 Tanda Otak Anda Menua Lebih Cepat
- Tingkatkan Kesehatan Otak Dengan Makan Kurma
sumber : https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/trend/18/12/08/pjeirq349-otak-perempuan-berubah-setelah-jadi-ibu